RRC secara perlahan merusak dunia, cepat atau lambat mereka akan mendominasi dunia. jika tidak ada yang menghentikan mereka sekarang dunia akan menjadi lebih jahat,tidak ada lagi aturan hukum,tidak ada yang aman lagi,semua kekayaan akan dikendalikan oleh rrc jahat. semua orang akan menjadi budak

Sabtu, 02 Juni 2018

Ancaman Yang semakin mendekat

Partai Komunis "sepanjang jalan" program membawa banyak negara di kawasan Asia-Pasifik ke dalam krisis utang dan korupsi. Dengan membuat pinjaman kepada negara-negara Asia-Pasifik, seperti "utang dan diplomasi korupsi", Komunis Cina secara bertahap diseret negara-negara ini ke dalam perangkap utang, dan ketika mereka tidak mampu membayar utang mereka, mereka harus mengambil sumber daya mineral, strategis perusahaan dan bahkan wilayah untuk membayar utang mereka, atau untuk mendukung proposisi politik Partai Komunis. Hal ini menimbulkan ancaman besar bagi Amerika Asia-Pasifik strategi.

Jumat, 01 Juni 2018

DPR apresiasi sikap pemerintah tolak tandatangan MoU OBOR dengan China

DPR apresiasi sikap pemerintah tolak tandatangan MoU OBOR dengan China

Sabtu, 2 Juni 2018 00:00Reporter : Fikri Faqih
  •  
  •  
  •  
  • 150
    SHARES
Gedung DPR. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
Merdeka.com - Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi mengapresiasi sikap tegas Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marzuki yang sampai saat ini menolak menandatangani MoU One Belt One Road (OBOR) dengan pemerintah China.
"Dalam rapat hari (Kamis kemarin) Menlu sampaikan, belum menanda tangani kerjasama OBOR dengan China, karena tidak ingin di dikte seperti negara-negara lain," katanya di Jakarta, Jumat (1/6).
Akan tetapi, Bobby mengungkapkan, tidak mempengaruhi komitmen investasi China di Indonesia. Hal ini juga, menurut politikus Golkar ini, mematahkan tudingan yang kini kian beredar di dunia maya bahwa pekerja China akan menguasai tanah air dengan skema-skema investasi.
"Jawaban Menlu, menunjukkan sikap tegas RI yang tetap waspada dan menunjukkan integritas sebagai bangsa yang berdaulat, namun tetap membuka kerja sama dengan negara lain," tandasnya.
Untuk proyek ini, sebelumnya PM Li telah bertemu dengan Luhut Panjaitan selaku Menko Kemaritiman. Seperti yang diketahui bahwa Indonesia saat ini tengah giat membangun infrastruktur, hal tersebut juga sejalan dengan tujuan dari One Belt One Road (OBOR) pemerintah China yang tengah gencar untuk membangun konektivitas kawasan yang salah satunya adalah melalui pembangunan infrastruktur.